Tampilkan postingan dengan label Al Nur Zone 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Nur Zone 2015. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2015

Masjid Al kahfi Somalangu merupakan masjid kuno dan tertua di Indonesia 540 tahun sudah kini usianya

Masjid yang terletak didalam komplek pondok pesantren Al-kahfi Somalangu Desa Sumberadi kec/kab.Kebumen merupakan masjid kuno peninggalan islam ditanah jawa pada pertengahan abad ke-15M.masjid al kahfi juga merupakan salah satu masjid tertua dari beberapa masjid masjid tua yang ada di indonesia.
  Masjid ini didirikan pada hari Rabu,25 Sya'ban 879H atau pada 4 januari 1475M dan bertepatan dengan berdirinya pondok pesantren Al kahfi Somalangu.masjid ini didirikan oleh As Syeikh As Sayid Muhammad 'Ishom Al Hasani yang masyhur dengan laqobnya ''Syeikh Abdul Kahfi''.
  Konon masjid al kahfi didirikan hanya dalam waktu satu malam,bukti berdirinya masjid ini ditandai dengan sebuah prasasti Batu Zamrud Siberia (Emerald Fuchsite) yang berbobot 9 kg dan berbentuk hewan bulus berkaki tiga, yang ada didalam Masjid pondok pesantren tersebut.Prasasti yang mempunyai kandungan elemen kimia AL, Cr, H, K, O dan disini tertulis huruf jawa & arab.huruf Jawa menandai Candra sengkalanya tahun,yang berbunyi ''Bhumi Pitu Inna".sedangkan huruf Arabnya adalah penjabaran dari candra sengkala tersebut.terlihat jelas dalam angka tanggal yang tertera dengan huruf arabic: ''25 Sya'ban 879H'' yang artinya masjid dan pondok pesantren al kahfi sudah berdiri sejak tahun 1475M.
  Dalam sejarahnya,dahulu atap masjid menggunakan Daun alang alang yang mengeluarkan bau wangi.karena dahulu daerah tersebut dikenal sebagai daerah alang alang wangi,sebelum datangnya islam di somalangu.bagian bagian masjid masih asli dan belum pernah diganti sejak dari pertama didirikan pada 1475M.bagian bagian tersebut seperti Soko Guru utama masih asli.



































mustaka masjid yang terpasang sejak 1475M itu masih asli dan hanya beberapa saja yang sudah direnovasi seperti tembok dan halaman masjid.
  Disana juga terdapat peninggalan lainya,seperti kolam wudhu kuno bekas rumah Syeikh Abdul Kahfi,rumah panggung (Bangkoreang) yang berada diatas kolam wudhu,dan merupakan komplek ponpes al kahfi somalangu yang pertama.diutara masjid ada sebuah bangunan kuno peninggalan Syeikh Abdul Kahfi yaitu Mulangan atau pendopo kuno tempat Syeikh mengajar dan mengaji. Pada 25 Sya'ban 2015 lalu,pondok pesantren al kahfi somalangu kebumen telah memperingati Millad yang ke-540,berati sama dengan usia masjid al kahfi somalangu
 



Jumat, 03 Juli 2015

Asal usul Sitontong Dan Makam Kuno Syeikh Ibrahim (Mbah Sitontong) Somalangu-Sumberadi

Kata sitontong merupakan gabungan dari dua kata yaitu ''si'' dan ''tongtong'' yang maksud dan makna dari kedua kata bila bergabung menjadi ''sitontong'' adalah si penabuh kentong yang apabila disingkat menjadi kata sitontong.
  Disomalangu,ada suatu daerah/kawasan hutan yang bernama sitontong,dimana didalam kawasan tersebut terdapat makam kuno seorang ''wali''.yang diidentifikasikan sebagai Syeikh Ibrahim,salah satu dari murid As Syeikh As' Sayid Abdul Kahfi Al Awwal Al hasani somalangu,yang berguru ilmu ke somalangu pada masa awal didirikanya pondok pesantren al kahfi somalangu.
  Asal muasal nama sitontong yakni untuk mengenang beliau karena sering ditugasi oleh sang guru untuk membunyikan kentongan masjid pesantren pada saat waktu sholat tiba.beliau menghabiskan sisa hidupnya disomalangu bersama sang istri,hinggan beliau wafat,beliau dimakamkan disuatu tempat yang kala itu masih sepi dan masih jarang diinjak manusia,yaitu dikawasan hutan yang kemudian hari dikenal dengan nama sitontong.
  bernama sitontong,karena untuk mengenang beliau yang sering ditugasi oleh sang guru untuk menbunyikan kentongan masjid pesantren,ketika belajar menimba ilmu kepada Syeikh Abdul Kahfi Al Awwal Al Hasani somalangu.masyarakat sekitar daerah tersebut menyebut Syeikh Ibrahim atau Mbah Sitontong somalangu. bila dihitung dari segi histori dan tahun,Syeikh ibrahim hidup pada kurun waktu yang cukup lama,yaitu pada era Syeikh Abdul Kahfi hingga perjuangan melawan penjajah Belanda disekitar wilayah somalangu,hal ini didasarkan oleh cerita sebagian besar sesepuh serta masyarakat sekitar sitontong dan somalangu.
  umur beliau diperkirakan mencapai ratusan tahun silam,itu bisa dilihat berdasarkan bukti petilasan makam beliau sebelum dipugar,yang hanya diberi tanda batu batu besar saja.diarea pemakaman beliau ada dua tanda cungkup/kijing yang menurut cerita itu adalah makam beliau dan isteri beliau.namun masih ada satu makam lagi yang konon,adalah makam seekor kuda milik beliau yang dikubur di sekitar pohon serut dekan makam.
 cerita mistis yang berkembang diarea makam dan kawasan sitontong yang sering dilihat atau dirasakan langsung oleh masyarakat yakni,warga sering mendengar suara Gending jawa(gaib) yang berbunyi di kawasan tersebut.suara orang sedang menebas pohon pisang pada malam hari yang misterius,ada juga suara orang sedang mencangkul dikawasan tersebut pada malam hari,ada juga yang pernah melihat penampakan sosok ular berkepala dua yang melintas lalu menghilang pada siang bolong.
  jarang ada warga yang berani lewat area tersebut pada malam hari karena takut bertemu dengan penunggu kawasan sitontong yang menyeramkan,yang sering menampakan wujudnya seperti hitam tinggi besar yang misterius keberadaanya.sebenarnya cerita cerita mistis seputar sitontong masih banyak,tapi ini hanya sebagian yang sering dilihat atau didenggar oleh warga secara langsung.
  Setiap menjelang bulan sya'ban dan ramadhan biasanya diadakan acara ziarah kemakam syeikh ibrahim(mbah sitontong)yang sudah menjadi acara rutinan setiap menjelang bulan tersebut.
  Cerita mengenai asal muasal sitontong dan syeikh ibrahim adalah murid syeikh abdul kahfi yang ditugasi untuk membunyikan kentongan masjid,hayalan dan cerita rekaan belaka.namun berdasarkan cerita sesepuh dan bukti petilasan syeikh ibrahim disitontong yang disampaikan oleh Kr,mutamim muis al kaff selaku generasi ke-14 dari Syeikh As Sayid Abdul Kahfi Al Awwal Al Hasani somalangu.
yaitu dari jalur Syeikh Muhammad Mukti Abdul Hayy bin Syeikh Abdul Kahfi Tsani somalangu.
 

Nama Masyayikh Somalangu Dari Pendiri sampai Pengasuh Ponpes Al-Kahfi yang Sekarang


Syeikh  As_Sayid Muhammad ‘Ishom Al-Hasani (Syeikh Abdul Kahfi Al-Awwal)
syeikh as sayid muhtarom as sahid al hasani
syeikh as sayid jawahir al hasani
syeikh as sayid yusuf al hasani
syeikh as sayid hasan al hasani
syeikh as sayid abdul manan al hasani
syeikh as sayid zakaria al hasani
syeikh as sayid abdul hannan al hasani
syeikh as sayid yusuf al hasani
syeikh as sayid zaenal abidin al hasani
syeikh as sayid muhammad marwan al hasani
syeikh as sayid ibrahim al hasani (syeikh abdul kahfi tsani)
syeikh as sayid abdurrahman al hasani
syeikh as sayid mahfudz as sahid al hasani
syeikh as sayid khaniffudin al hasani
syeikh as sayid muhammad afiffudin chanif al hasan

Kamis, 02 Juli 2015

Biografi Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Solo

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm.
Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya.
Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaut.
Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo.
Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.
Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .
Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.
Sholawat rutin :
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf .
Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa
– Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.
– Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.
– Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .
– Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.
– Jogja ( Malam Jum’at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.
– Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.

Sholawat bersama MAHAGE(Majlis Ratibul Haddad Wa Maulid Simtudduror) Kab.Kebumen di Ponpes.Al Kahfi Somalangu


 Dalam rangka menyambut tahun baru islam 1436H,rutinan sholawat dan pengajian (MAHAGE KEBUMEN) kali ini diadakan di ponpes al kahfi somalangu kebumen.
  Acara tersebut dipimpin oleh al Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Attas Solo,yang diminta untuk memimpin pembacaan maulid simtudduror dan memberikan tausiyah kepada ribuan jama'ah yang hadir.
  pada malam sabtu/25 oktober 2014 waktu acara tersebut dilaksanakan,saya dan teman teman ikut hadir.pertama acara diawali dengan hadroh dari pp.al kahfi,sampai tamu tamu undangan dan para jama'ah hadir dan duduk dengan tenang dan tertib ditempat yang disediakan oleh panitia penyelenggara acara. setelah hadroh berhenti sejenak,kemudian acara dibuka dengan pembukaan (surah al-fatihah) dan sabutan sambutan dari para kyai dan habaib secara bergantian.
   Acara yang dinanti pun tiba,yaitu pembacaan maulid simtudduror(sholawat) yang dibacakan oleh Habib Abdurrahman Bin Muhammad Al-Attas dari Solo.setelah sholawat berhenti sejenak,dan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Habib Abdurrahman Al-Attas.
   Beliau menyampaikan hal hal yang berkaitan dengan budi pekerti dan bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.
  Beliau menyampaikan saran agar sikap dan perilaku ditahun yang lalu yang masih jelek dapat diperbaiki di tahun yang mendatang.
  setelah selesai dalam memberikan tausiyah,dan kemudian dilanjutkan dengan sholawat sampai akhir (Mahlul Qiyam).lalu dilanjutkan dengan pembacaan do'a dan penutup acara.
  para jamaah pulang dengan tertib tanpa ada desak desakan.itulah sekilas tentang tentang rutinan mahage saat diadakan di ponpes al kahfi somalangu kebumen.











logo MAHAGE KEBUMEN